Senin, Januari 19, 2009

KLENTENG SAM POO KONG




MENGENAL LAKS CHENG HOO MELALUI KLENTENG SAM POO KONG

Suatu tempat di Kota Semarang, ada sebuah bangunan yang dinamakan Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng Sam Poo Kong sebenarnya tak jauh berbeda dari Klenteng pada umumnya yaitu tempat ibadah orang cina. Namun jika ditelusuri dari asal mula dibangunnya kelenteng ini. Diatas lahan yang didirikan kelenteng Sam Poo Kong ini di percaya sebagai tempat Laksamana Cheng Ho pernah mampir disini. Klenteng ini dikenal juga dengan sebutan klenteng gedong batu.
Laksamana Cheng Hoo adalah seorang komandan angkatan laut kerajaan dinasti ming. Dia mengkomandoi 30.000 pasukan. Semuanya ikut berlayar dengan 62 kapal raksasa. Menurut Sejarah, cheng hoo ini memimpin armada kapal harta raksasa ming keliling dunia sekitar tahun 1405 - 1433. misinya antara lain: bisnis, eksplorasi, diplomasi, pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya. selama itu cheng hoo sudah sampai ke sri lanka, india, negara2 timur tengah, sampai ke afrika. cheng hoo juga sempat ngelewati perairan nusantara, dan kapalnya terdampar di pantai jawa tepatnya semarang sekitar 1405 - 1407. Tempat terdamparnya kapal Cheng Hoo inilah yang kemudian dibangun kelenteng Sam Poo Kong untuk mengenang kedatangan Cheng Hoo.
Dahulu tanah itu milik orang kaya Yahudi bernama Yohanes yang meminta sejumlah uang kepada orang-orang Cina yang ingin berdoa di klenteng ini. Sampai akhirnya Oei Tjie Sien, seorang hartawan Cina, membeli tanah ini dari Yohanes supaya orang-orang Cina ini bisa berdoa dengan gratis. Di komplek gedong batu ini ada gua kecil tempat yang dikeramatkan. Namun menurut kabar, gua itu bukanlah yang asli, karena yang asli telah hilang pada terkena angin tphoon pada tahun 1704.
Kelenteng Sam Poo Kong dibangun oleh masyarakat Cina yang ada di Semarang. Klenteng tersebut dibangun, karena orang Cina menganggap Cheng Hoo adalah nenek moyang mereka. Nama Sam Poo Kong sendiri berarti, Sam Poo adalah nama lain Cheng Hoo dan Kong artinya Mbah dalam bahasa Jawa. Design klenteng ini adalah perpaduan antara arsitektur Cina, Islam, dan Jawa. Nuansa Islam terlihat dari arah klenteng utama dan patung Cheng Hoo menghadap ke arah kiblat. Dibuat demikian karena Cheng Hoo adalah seorang muslim.
Sekarang komplek kelenteng Sam Poo Kong ini sepenuhnya baru. Dengan semangat mengembangkan pariwisata, semuanya dibuat megah dan serba baru. Hilang sudah aura magisnya. Dalam Waktu dekat akan dibangun 3 buar gerbang lagi untuk mempermudak masuk ke dalam Klenteng. Yang menarik justru kelenteng replika kelenteng sam po koong yang justru masih orisinil yang terletak di gang lombok, pecinan semarang. Di Klenteng ini juga terdapat replika kapal Cheng Hoo walaupun ukurannya jauh dari ukuran aslinya.

2 komentar:

  1. TULISAN YG BAGUS .... PERJUANGKAN TULISAN PAK

    SALAM KENAL

    BalasHapus
  2. trimak kasih pak ......
    kalo boleh, masukkan hantu2 di takalar

    BalasHapus